Semua orang di foto ini bernama depan Asep. Tadi malam mereka membentuk paguyuban, PAD - Tasikmalaya

TASIK – Paguyuban Asep Dunia Wilayah Tasik Raya resmi dibentuk Senin malam (2/11/2015) di Rumah Makan Asep Strowberry , Kota Tasikmalaya. Dalam waktu dekat, ditargetkan 1.000 Asep di Tanah Seribu Pesantren ini bergabung dalam komunitas tersebut.

Paguyuban orang-orang bernama Asep ini bertekad siap berkontribusi terhadap bidang sosial, budaya dan lainnya. Mereka bertekad tidak akan menyeret-nyeret Paguyuban Asep ke ranah politik. Meskipun, ada sebagian Asep yang berasal dari partai politik.

Hadirnya Paguyuban Asep Dunia Wilayah Tasik Raya merupakan kelanjutan dari Konferensi Asep Asep (KAA) di Kota Bandung 25 Oktober 2015. Dari sana, pemilik nama khas Sunda ini membangun sel-sel organisasi Asep di daerah-daerah di luar Bandung.

Residen (Ketua) Paguyuban Asep Dunia Wilayah Tasik Raya Asep Heru (46) mengatakan berdirinya Paguyuban Asep di Tasik berawal dari rasa kebersamaan sesama pemilik nama Asep. Mengingat semua nama Asep punya peran dalam hal semua aspek, mulai bidang ekonomi, sosial dan budaya (termasuk politik). Bahkan banyak yang sukses.

Pemilik nama Asep patut bangga, karena Pembina Paguyuban Asep Dunia Indonesia adalah seorang jenderal bintang dua. Namanya Mayjen TNI Asep Kuswani.

Saat ini di Tasik yang sudah terdaftar menjadi anggota pa­guyuban sebanyak 30 orang. Hanya yang hadir saat pem­bentukan kepengurusan baru 18 orang dan sisanya ber­halangan hadir. “Target kami di Tasik 1.000 orang yang ber­nama Asep gabung dengan pagu­yuban dan syarat untuk ber­ga­bungnya cukup mudah ting­gal menunjukan KTP saja,” terangnya.

Tidak mudah mengumpulkan banyak Asep. Apalagi Asep berasal dari banyak kalangan. Untuk itu, Asep Heru akan lebih menggelorakan Paguyuban Asep. Caranya? Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada semua kalangan agar bergabung dalam Paguyuban Asep. “Ya kita nanti akan sosialisasi ke­pada sekolah, institusi dan yang lainnya tentang Pagyuban Asep ini agar menarik ba­nyak yang bernama Asep,” ujanya.

Bendahara Paguyuban Asep Dunia Wilayah Tasik Raya Asep Nurjaeni (40) menambahkan, dibentuknya Paguyuban Asep untuk mempersatukan semua kalangan dan membangkitkan lagi nama Asep. Kini banyak orang tua tak percaya diri menamai anaknya: Asep. Padahal ketika memberikan nama Asep banyak dan berperan penting bagi bangsa Indonesia. “Intinya juga menyatukan semua kalangan atas sampai bawah. Tidak akan menjurus ke politik dan pure akan sosial budaya dan yang lainnya. Karena kalau sudah menyangkut politik selalu ribet,” jelas pria yang juga direktur umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya ini.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Husen (59) menjelaskan melalui Paguyuban Asep, akan tergali gagasan membangun Indonesia. “Kami bersatu tidak memandang kalangan saat ini dari pedagang, anggota dewan, pengusaha, pegawai semuanya kumpul di sini.

Dengan ini menandakan paguyuban ini wadah semua kalangan,” jelasnya. Asep Tita (39), salah satu guru PAUD di Kabupaten Tasikmalaya bersyukur atas pembentukan Paguyuban Asep. Dia berharap akan banyak lagi anak kecil yang diberi nama Asep. “Ya ini perkumpulan yang unik, dengan mengambil tema sebuah nama,” tandasnya.

Hadir dalam kesempatan itu tokoh-tokoh penting di Tasikmalaya. Diantaranya, Asep Suherlan, ketua Forum Cempaka untuk Semua; Asep Khusaeri tokoh politik dan lainnya. Asep Suherlan mengaku bangga memiliki nama Asep, karena nama itu merupakan ciri khas Sunda. ”Dengan nama Asep kita semua jadi bersatu,” ungkapnya.

Asep Suherlan berharap Paguyuban Asep di Tasikmalaya bisa memberi kontribusi positif dalam segala sesuatu yang berkaitan dengan sosial. (yfi/ den)

Sumber : http://www.radartasikmalaya.com/berita/baca/2308/target-tahap-awal-galang-1000-asep.html

Categories: Berita PAD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *