Selamat Hari Asep Sedunia!

Press Release
For Imediately Release
1 Agustus 2017

Selamat Hari Asep Sedunia!
Asep Bersatu Membangun Indonesia!

Momentum berdirinya Paguyuban Asep Dunia (PAD) pada 1 Agustus 2010 telah ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Asep Sedunia. Meski terkesan Sunda pisan, nama Asep tidak selalu identik dengan suku Sunda.

Presiden Asep se-Dunia, Asep Kambali menjelaskan, bahwa nama Asep bukan hanya milik orang Sunda. “Coba tengok saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Jawa Tengah, Bengkulu, Palembang, Kalimantan Barat, dan lain lain disana banyak terdapat nama Asep yang bukan berasal dari Jawa Barat. Mereka adalah penduduk asli dan bukan keturunan Sunda,” paparnya.

“Tidak percaya? Jangan emosi kalau ada undangan terus lihat karangan bunganya bertuliskan Asep menikah dengan Asep, karena banyak Asep yang berjenis kelamin perempuan. Coba juga lihat daftar penduduk New York di Amerika Serikat, terdapat nama Asep Ricardo, Michele Asep, dsb., Masih belum percaya? Makanya gabung Paguyuban Asep Dunia (PAD), eh tapi ini khusus kalian yang bernama Asep sesuai KTP aja ya,” canda pendiri PAD dan sejarawan sekaligus pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI) itu.


Asep Kambali menegaskan bahwa didirikannya PAD ini bukan untuk bermaksud mengeksklusifitaskan diri orang-orang yang bernama Asep, melainkan keluarga besar PAD menyadari bahwa saat ini nama Asep sudah jarang diberikan oleh orang tua sebagai nama kepada anaknya. Untuk itu, nama Asep perlu dilestarikan, karena identik sebagai nama orang Indonesia dan tidak melulu berasal dari Jawa Barat. Ibarat pelangi, jika satu warna, pelangi itu tidak akan indah. Kenapa kita disebut Indonesia, karena kita beraneka warna.

Dengan penduduk lebih dari 255 juta jiwa dan memiliki lebih dari 1200 etnis serta 750-an bahasa daerah, Indonesia memiliki potensi sumber daya budaya (keragaman) sebagai kekuatan dan modal untuk kemajuan. Untuk membahas potensi itu, PAD akan menggelar Konperensi Asep Asep (KAA) ke-3 pada 28-29 Oktober 2017 yang akan dihadiri para Asep dari berbagai belahan dunia. KAA ke-3 PAD tersebut bertujuan untuk mempersatukan semangat dan tekad dalam berkontribusi nyata membangun NKRI. Untuk mensukseskan KAA, PAD akan menggelar Halal Bihalal dan Milad PAD ke-7 sebagai ajang pertemuan pra-KAA, pada 6 Agustus di Bandung.

Asep Kambali menambahkan bahwa Indonesia tidak mungkin berdiri kokoh sebagai bangsa, jika tidak memiliki penopang yang kuat. Jika suku-sukunya rapuh dan tidak bersatu. “PAD menyadari, bahwa Asep dari suku Sunda dan Asep dari suku-suku yang lain adalah contoh kongkret penopang NKRI. Oleh sebab itu, para Asep dalam wadah PAD hadir dan berkomitmen untuk terus melestarikan nama Asep sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian kebudayaan, semangat bela negara dan turut serta dalam menjaga keutuhan dan membangun NKRI,” pungkasnya.

Selamat merayakan Hari Asep Sedunia.

Jakarta, 1 Agustus 2017.
Paguyuban Asep Dunia (PAD)

Ttd.
Asep Kusmayadi
Menteri/Kepala Dept. Komunikasi dan Informatika
CP: +62 815-1090-8527